Studi Simulasi Penambatan Molekul Senyawa Turunan Flavonoid dan Sulfur pada Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L.) Sebagai Antiinflamasi

Yulianti, Eneng Isma (2020) Studi Simulasi Penambatan Molekul Senyawa Turunan Flavonoid dan Sulfur pada Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L.) Sebagai Antiinflamasi. Sarjana thesis, Universitas Garut.

[thumbnail of Cover Abstrak.pdf] Text
Cover Abstrak.pdf - Submitted Version

Download (695kB)
[thumbnail of BAB I Pendahuluan.pdf] Text
BAB I Pendahuluan.pdf - Submitted Version

Download (236kB)
[thumbnail of BAB II Tinjauan Pustaka.pdf] Text
BAB II Tinjauan Pustaka.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (575kB)
[thumbnail of BAB III Metode Penelitian.pdf] Text
BAB III Metode Penelitian.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (231kB)
[thumbnail of BAB IV Penelitian.pdf] Text
BAB IV Penelitian.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (460kB)
[thumbnail of BAB V Hasil Penelitian dan Pembahasan.pdf] Text
BAB V Hasil Penelitian dan Pembahasan.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (477kB)
[thumbnail of BAB VI Simpulan dan Saran.pdf] Text
BAB VI Simpulan dan Saran.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (338kB)
[thumbnail of Bagian Akhir.pdf] Text
Bagian Akhir.pdf - Submitted Version

Download (1MB)

Abstract

Inflamasi merupakan respon dari suatu organisme terhadap invasi akibat benda asing di mana enzim siklooksigenase memiliki peranan penting di dalamnya. Efek samping yang sering ditimbulkan pada penggunaan obat AINS yaitu ulkus peptikum, serta peningkatan gangguan kardiovaskular. Bawang merah (Allium cepa L.) memiliki kandungan senyawa flavonoid dan sulfur yang diduga memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi. Tujuan penelitian ini adalah memprediksi 12 senyawa flavonoid dan 11 sulfur yang potensial menjadi kandidat obat antiinflamasi dengan metode penambatan molekul. Hasil dari penambatan molekul menyatakan bahwa dua senyawa memiliki afinitas lebih baik dari pada ligan pembandinya yaitu senyawa quercetin-3,4-Diglucoside dengan nilai ΔG dan Ki terendah, yaitu -12,89 kkal/mol dan 401,90 pM, dan senyawa peonidin 3-Glucoside dengan nilai ΔG dan Ki terendah, yaitu -12,66 kkal/mol dan 2,86 nM. Berdasarkan aturan Lipinski’s Rule of Five kedua senyawa perlu modifikasi lebih lanjut agar dapat digunakan secara oral. Hasil prediksi profil absorbsi dan distribusi menunjukkan bahwa kedua senyawa memiliki prediksi profil absorbsi dan distribusi yang kurang baik. Hasil prediksi sifat toksisitas menunjukkan bahwa hanya satu senyawa yang aman untuk dikonsumsi. Berdasarkan seluruh hasil yang diperoleh disimpulkan bahwa kedua senyawa memiliki potensial sebagai kandidat obat baru akan tetapi kedua senyawa memerlukan modifikasi lanjutan supaya dapat dikonsumsi.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: antiinflamasi, bawang merah, penambatan molekul
Subjects: Kimia Farmasi Analisis > Antiinflamasi
Kimia Farmasi Analisis > Metode Penambatan Molekul
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA > S1 Farmasi
Depositing User: S.S.I. Suci Nur Ramadhianti
Date Deposited: 04 Mar 2026 06:58
Last Modified: 04 Mar 2026 06:58
URI: https://eprints.fmipauniga.ac.id/id/eprint/1105

Actions (login required)

View Item
View Item