Firmansyah, Fanny (2023) Peran Apoteker di Empat Apotek dan Satu Klinik di Tarogong Kaler serta Garut Kota Terhadap Kebijakan Penarikan Obat Sirup yang Dilakukan Pemerintah (BPOM). Sarjana thesis, Universitas Garut.
Cover Abstrak.pdf - Submitted Version
Download (764kB)
BAB I.pdf - Submitted Version
Download (240kB)
BAB II.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (322kB)
BAB III.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (230kB)
BAB IV.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (353kB)
BAB V.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (881kB)
BAB VI.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (230kB)
Bagian Akhir.pdf - Submitted Version
Download (1MB)
Abstract
Apoteker tidak hanya memberikan resep dokter tetapi juga memberikan informasi obat yang akurat dan memastikan kualitas pelayanan yang baik. Kasus obat sirup di Afrika menjadi perhatian besar karena menyebabkan gagal ginjal akut dan kematian. Pemerintah telah menghentikan penjualan beberapa obat sirup untuk sementara. Tujuan penelitian ini tentang peran apoteker sebagai penanggung jawab farmasi di apotek dan klinik dalam kasus penarikan obat sirup oleh pemerintah. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan deskriptif kualitatif evaluatif. Sampel diambil menggunakan jenis pengambilan sampel purposive, atau pengambilan sampel tidak berdasarkan peluang. Dalam hal ini, ada perbedaan pendapat mengenai penarikan dan pemberhentian penjualan obat sirup. Apoteker tahu bahwa penggunaan obat sirup yang tercemar dapat menyebabkan kerusakan ginjal, yang dapat menyebabkan gagal ginjal akut. Apoteker mengajarkan pasien tentang efek obat sirup yang tercemar dan menawarkan obat lain dengan kandungan yang sama. Apoteker juga mematuhi pedoman yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan (DINKES), yang melarang penjualan obat sirup. Apoteker juga bekerja sama dengan Pusat Distribusi Obat (PBF) mengenai penarikan obat sirup yang tercemar. Mereka juga bekerja sama dengan Tim Teknis Kefarmasian (TTK) untuk menunda penjualan obat sirup untuk sementara waktu. Penting untuk dicatat bahwa tindakan ini menunjukkan kepedulian apoteker terhadap kesehatan masyarakat dan komitmen mereka untuk praktik farmasi yang aman. Dilihat dari beberapa aspek yang diteliti, yaitu regulasi, peran Apoteker, dan aspek pengelolaan, dapat disimpulkan bahwa peran Apoteker di Kabupaten Garut sudah sesuai dengan regulasi yang berlaku saat ini.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kasus obat sirup, obat sirup, peran apoteker, sumber informasi |
| Subjects: | Manajemen Regulasi Farmasi > Peraturan BPOM |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA > S1 Farmasi |
| Depositing User: | S.S.I. Suci Nur Ramadhianti |
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 06:26 |
| Last Modified: | 03 Aug 2026 06:26 |
| URI: | https://eprints.fmipauniga.ac.id/id/eprint/1609 |
