Nurhanifah, R Asri (2023) Studi In Silico: Pencarian Senyawa Aktif Temu Mangga (Curcuma amada) sebagai Antikanker Kolorektal. Sarjana thesis, Universitas Garut.
Cover Abstrak.pdf - Submitted Version
Download (538kB)
BAB I.pdf - Submitted Version
Download (134kB)
BAB II.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (608kB)
BAB III.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (272kB)
BAB IV.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (461kB)
BAB V.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
BAB VI.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (248kB)
Bagian Akhir.pdf - Submitted Version
Download (2MB)
Abstract
Kanker kolorektal merupakan tumor ganas yang yang ditemukan di kolon dan rektum, tumor ini muncul dari jaringan epitel pada kolon atau rektum. Salah satu tanaman tradisional yang dapat berpotensi sebagai antikanker kolorektal yaitu temu mangga (Curcuma amada). Temu mangga secara lokal dikenal sebagai "temu pauh" atau "kunyit mangga", yang berarti kunyit seperti mangga, adalah ramuan rimpang dari keluarga Zingiberaceae. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mencari potensi senyawa aktif dari tanaman temu mangga (Curcuma amada) sebagai kandidat obat antikanker kolorektal dalam menghambat reseptor Bcl-2 menggunakan pendekatan in silico. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tahapan screening aktivitas antikanker, molecular docking, analisis sifat fisikokimia berdasarkan Lipinski’s Rule of Five, analisis farmakokinetika untuk mengetahu profil absorpsi, distribusi dan metabolisme menggunakan situs Pre-ADMET, analisis toksisitas dengan software Toxtree serta molecular dynamic. Digunakan reseptor target berupa B-cell lymphoma-2 (Bcl-2) dengan kode ID PDB 4LXD. Hasil simulasi penambatan molekuler (molecular docking), senyawa alpha-Terpineol menunjukkan nilai ∆G paling rendah dibandingkan dengan ligan pembanding (5-Fluorourasil) pada resptor Bcl-2 dan diduga berpotensi sebagai inhibitor kanker kolorektal. Selain itu, didapatkan juga tiga senyawa terbaik hasil docking yang memiliki nilai ∆G terendah pada reseptor Bcl-2 secara berturut-turut yaitu (4-Terpineol -6.0 kkal/mol; beta-Terpineol -5.8 kkal/mol; dan 1-Pentadecanol -5.1 kkal/mol). Hasil simulasi molecular dynamic (MD) yang dilakukan selama 15 ns pada Google colab dengan menggunakan OpenMM tidak mengindikasikan kestabilan pengikatan ligan uji alpha-Terpineol terhadap reseptor Bcl-2. Meskipun berdasarkan nilai RMSD ligan uji alpha- Terpineol memenuhi rentang yaitu < 2 Å, namun nilai RMSF dan RG yang diperoleh tidak memenuhi rentang.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kanker kolorektal, temu mangga (Curcuma amada), studi in silico, molecular docking, molecular dynamic |
| Subjects: | Kimia Farmasi Analisis > Antikanker Kimia Farmasi Analisis > In Silico |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA > S1 Farmasi |
| Depositing User: | S.S.I. Suci Nur Ramadhianti |
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 02:51 |
| Last Modified: | 20 Aug 2026 02:51 |
| URI: | https://eprints.fmipauniga.ac.id/id/eprint/1617 |
