Fauziah, Lailatul (2023) Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Antibiotik Seftriakson dan Sefotaksim pada Pasien Demam Tifoid Rawat Inap di Rumah Sakit TNI AD Guntur. Sarjana thesis, Universitas Garut.
Cover Abstrak.pdf - Submitted Version
Download (779kB)
BAB I.pdf - Submitted Version
Download (343kB)
BAB II.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (561kB)
BAB III.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (230kB)
BAB IV.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (359kB)
BAB V.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (382kB)
BAB VI.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (232kB)
Bagian Akhir.pdf - Submitted Version
Download (896kB)
Abstract
Antibiotik termasuk ke dalam golongan obat yang memiliki senyawa antimikroba yang secara khusus digunakan untuk mengobati infeksi akibat bakteri, salah satunya adalah demam tifoid. Demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi (S.typhi) yang merupakan penyakit infeksi akut yang menular. Untuk mengevaluasi efektivitas biaya penggunaan antibiotik, dapat menggunakan analisis farmakoekonomi, salah satunya adalah Cost-effectiveness analysis (CEA) atau analisis efektivitas biaya. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan menghitung efektivitas hasil terapi dan efektivitas biaya antibiotik pada pasien demam tifoid rawat inap di RS TNI AD Guntur dengan menggunakan metode perhitungan Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost- Effectiveness Ratio (ICER). Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimental yang bersifat deskriptif dengan metode prospektif. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit TNI AD Guntur selama periode pada bulan Agustus- November. Pengambilan sampel dengan non-random sampling menggunakan metode purposive sampling. Diperoleh subyek penelitian sebanyak 39 pasien demam tifoid yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan nilai ACER paling tinggi pada antibiotik setriakson sebesar Rp 387,713 dengan rata-rata lama rawat inap 4 hari. Sedangkan antibiotik sefotaksim didapatkan sebesar Rp 342,858 dengan rata-rata lama rawat inap 4,6 hari termasuk kedalam nilai ACER lebih rendah. Nilai ICER Rp -200,733 yang menunjukan nilai negatif yang artinya obat tersebut lebih efektif dan lebih murah.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | antibiotik, demam tifoid, ACER, ICER |
| Subjects: | Farmakologi > Antibiotik Farmakologi > Demam Tifoid Farmakologi > Rumah Sakit |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA > S1 Farmasi |
| Depositing User: | S.S.I. Suci Nur Ramadhianti |
| Date Deposited: | 11 Sep 2026 03:47 |
| Last Modified: | 11 Sep 2026 03:47 |
| URI: | https://eprints.fmipauniga.ac.id/id/eprint/1653 |
