Formulasi dan Evaluasi Sediaan Gel Spot Treatment Tranexamoyl Dipeptide-23 Kombinasi Niacinamide sebagai Antihiperpigmentasi

Az-Zahra, Nabilla (2023) Formulasi dan Evaluasi Sediaan Gel Spot Treatment Tranexamoyl Dipeptide-23 Kombinasi Niacinamide sebagai Antihiperpigmentasi. Sarjana thesis, Universitas Garut.

[thumbnail of Cover Abstrak.pdf] Text
Cover Abstrak.pdf - Submitted Version

Download (842kB)
[thumbnail of BAB I Pendahuluan.pdf] Text
BAB I Pendahuluan.pdf - Submitted Version

Download (236kB)
[thumbnail of BAB II Tinjauan Pustaka.pdf] Text
BAB II Tinjauan Pustaka.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (616kB)
[thumbnail of BAB III Metode Penelitian.pdf] Text
BAB III Metode Penelitian.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (230kB)
[thumbnail of BAB IV Penelitian.pdf] Text
BAB IV Penelitian.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (542kB)
[thumbnail of BAB V Hasil dan Pembahasan.pdf] Text
BAB V Hasil dan Pembahasan.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (624kB)
[thumbnail of BAB VI Simpulan dan Saran.pdf] Text
BAB VI Simpulan dan Saran.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (231kB)
[thumbnail of Bagian Akhir.pdf] Text
Bagian Akhir.pdf - Submitted Version

Download (2MB)

Abstract

Hiperpigmentasi merupakan permasalahan kulit yang umum terjadi pada populasi yang luas dan masih menjadi target para peneliti untuk mengembangkan perawatan yang efektif dan minim efek samping. Asam traneksamat (TXA) merupakan agen pencerah hasil studi drug repositioning yang biasa digunakan sebagai agen antifibrinolitik. Hasil penelitian Ebrahimi dkk 2014 menunjukan bahwa TXA 3% memiliki efek mencerahkan yang sama dengan kombinasi hidrokuinon dan deksametason, dengan efek samping TXA lebih sedikit. Maka dari itu, pada penelitian ini dibuat sediaan gel spot treatment dengan zat aktif 7% TX-Pep yang merupakan senyawa campuran mengandung tranexamoyl dipeptide-23 0,1% dikombinasikan dengan niacinamide 5% untuk mempercepat efek mencerahkan. Modifikasi TXA dengan penambahan gugus peptida tersebut berperan sebagai pelindung dari protein cleavage oleh enzim sehingga meningkatkan efektifitas dan stabilitas TXA. Penelitian dimulai dengan membuat formulasi basis tiga variasi konsentrasi carbopol yaitu F1 0,5%, F2 0,75%, dan F3 1%. Evaluasi sediaan dilakukan pada ketiga basis meliputi uji organoleptis, pH, dan viskositas untuk mencari basis terbaik. Basis terbaik yaitu F1 0,5% dengan nilai pH dan viskositas berturut-turut 5,90 dan 2960 cps. Kemudian dibuat sediaan gel spot treatment menggunakan F1 dengan penambahan zat aktif. Evaluasi dilakukan pada sediaan tersebut meliputi uji organoleptis, pH, viskositas, uji stabilitas dipercepat dengan metode freeze and thaw sebanyak tiga siklus pada suhu 2-8°C selama 24 jam dan suhu ruang ±27°C selama 24 jam per siklusnya, dan uji iritasi di kulit lengan bagian dalam pada sepuluh orang partisipan. Hasil evaluasi gel spot treatment menunjukan karakter gel yang baik yaitu tekstur gel cair padat mudah dibaur, homogen, pH 6,59, viskositas 4800 cps. Nilai pH dan viskositas tersebut lebih tinggi dibandingkan F1 dapat disebabkan karena penambahan zat aktif dengan pH yang cenderung basa. Terjadi penurunan nilai pH dan viskositas setelah uji stabilitas namun masih memenuhi standar secara berturut-turut yaitu 6,11 dan 4333 cps. Tidak ada reaksi iritasi yang dilaporkan oleh partisipan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: hiperpigmentasi, asam traneksamat, gel spot treatment, tranexamoyl dipeptide-23, niacinamide
Subjects: Teknologi Farmasi > Antihiperpigmentasi
Teknologi Farmasi > Gel Spot
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA > S1 Farmasi
Depositing User: S.S.I. Suci Nur Ramadhianti
Date Deposited: 30 Sep 2026 03:02
Last Modified: 30 Sep 2026 03:02
URI: https://eprints.fmipauniga.ac.id/id/eprint/1663

Actions (login required)

View Item
View Item