Formulasi Edible Film dari Ekstrak Rumput Laut Merah (Euchema cottonii) sebagai Eksipien

Azizah, Khamisa Nur (2023) Formulasi Edible Film dari Ekstrak Rumput Laut Merah (Euchema cottonii) sebagai Eksipien. Sarjana thesis, Universitas Garut.

[thumbnail of Cover Abstrak.pdf] Text
Cover Abstrak.pdf - Submitted Version

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I Pendahuluan.pdf] Text
BAB I Pendahuluan.pdf - Submitted Version

Download (233kB)
[thumbnail of BAB II Tinjauan Pustaka.pdf] Text
BAB II Tinjauan Pustaka.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (302kB)
[thumbnail of BAB III Metode Penelitian.pdf] Text
BAB III Metode Penelitian.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (54kB)
[thumbnail of BAB IV Penelitian.pdf] Text
BAB IV Penelitian.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (404kB)
[thumbnail of BAB V Hasil Penelitian dan Pembahasan.pdf] Text
BAB V Hasil Penelitian dan Pembahasan.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (264kB)
[thumbnail of BAB VI Simpulan dan Saran.pdf] Text
BAB VI Simpulan dan Saran.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (54kB)
[thumbnail of Bagian Akhir.pdf] Text
Bagian Akhir.pdf - Submitted Version

Download (698kB)

Abstract

Variasi plasticizer dan evaluasi sediaan edible film hasil dari pemeriksaan fisika, dan kimia memenuhi syarat berdasarkan parameter Standar Nasional Indonesia. Karagenan merupakan salah sa tu produk yang dihasilkan dari ekstrak rumput laut merah. Pemanfaatan karaginan paling banyak sebagai pengental, penstabil, pengemulsi, perekat, pensuspensi pada produk pangan dan non pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi rumput laut merah yang paling baik digunakan sebagai eksipien edible film variasi gliserol. Metode penelitian meliputi karakteristik simplisia, penapisan fitokimia, Standarisasi karaginan, Skrining farmakognosi, dan formulasi sediaan edible film. Dan standarisasi karaginan memenuhi standar berdasarkan parameter FAO, dari hasil formulasi sediaan edible film formulasi yang paling bagus adalah F2, dikarenakan F2 mengandung konsentrasi gliserol yang sangat tinggi sehingga semakin tinggi konsentrasi gliserol yang dimasukan maka sediaan yang dihasilkan akan semakin lengket dan basah. Penambahan konsentrasi gliserol 10% dapat menghasilkan formula terbaik karena gliserol yang semakin meningkat mengakibatkan kemuluran, selain itu penambahan plasticizer sangat penting untuk mengatasi film yang rapuh dan meningkatkan fleksibilitas.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: rumput laut merah, karagenan, edible film, gliserol
Subjects: Kimia Bahan Alam > Edible Film
Kimia Bahan Alam > Eksipien
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA > S1 Farmasi
Depositing User: S.S.I. Suci Nur Ramadhianti
Date Deposited: 03 Oct 2026 04:13
Last Modified: 03 Oct 2026 04:13
URI: https://eprints.fmipauniga.ac.id/id/eprint/1695

Actions (login required)

View Item
View Item