Salamah, Dinda Rahmi (2023) Evaluasi Program Penggunaan Obat Rasional (POR) di Puskesmas Cilawu Berdasarkan Kesesuaian Indikator Kinerja POR Nasional Periode Januari-Desember 2022. Sarjana thesis, Universitas Garut.
Cover Abstrak.pdf - Submitted Version
Download (805kB)
BAB I Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Download (341kB)
BAB II Tinjauan Pustaka.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (639kB)
BAB III Metode Penelitian.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (334kB)
BAB IV Penelitian.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (494kB)
BAB V Hasil dan Pembahasan.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (444kB)
BAB VI Simpulan dan Saran.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (233kB)
Bagian Akhir.pdf - Submitted Version
Download (2MB)
Abstract
Penggunaan obat tidak rasional masih menjadi problematika di bidang kesehatan, dampak negatif yang akan terjadi akibat ketidakrasionalan peresepan yaitu resistensi antibiotik dan tujuan terapi menjadi tidak tercapai. Pemerintah melakukan strategi peningkatan kejadian penggunaan obat rasional di puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program penggunaan obat rasional (POR) di puskesmas Cilawu berdasrkan indikator kinerja POR nasional. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data secara retrospektif, dengan periode pengambilan sampel Januari-Desember 2022. Hasil penelitian menunjukan jumlah kasus berdasarkan kriteria inklusi terdapat 1597 kasus ISPA nonpneumonia dan 345 kasus diare nonspesifik. Kementrian Kesehatan menetapkan batas peresepan antibiotik pada ISPA nonpneunomia ≤ 20%, pada diare nonspesifik ≤ 8%, dan didapatkan hasil persentase peresepan antibiotik di puskesmas Cilawu pada ISPA nonpneunomia berjumlah 12 bulan rasional dengan persentase dari bulan Januari-Desember (0%), pada diare nonspesifik berjumlah 2 bulan tidak rasional dengan persentase Februari (17,64%) dan Agustus (16,66%). Pada indikator rerata item obat perlembar resep yang melebihi batas toleransi yaitu 2,6 item, pada kasus ISPA nonpneumonia berjumlah 9 bulan, pada diare nonspesifik 5 bulan. Peresepan yang memenuhi kelima kriteria penilaian serta mencapai target persentase indikator keberhasilan peresepan di puskesmas yaitu 70%, pada kasus ISPA nonpneumonia berjumlah 6 bulan, pada diare nonspesifik berjumlah 2 bulan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | penggunaan obat rasional (POR), peresepan, puskesmas, rasionalitas |
| Subjects: | Farmakologi > Penggunaan Obat Rasional (POR) Farmakologi > Puskesmas |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA > S1 Farmasi |
| Depositing User: | S.S.I. Suci Nur Ramadhianti |
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 04:24 |
| Last Modified: | 08 Oct 2026 04:24 |
| URI: | https://eprints.fmipauniga.ac.id/id/eprint/1717 |
