Pradana, Hanif Rizki (2018) Studi In Silico Senyawa Utama Biji Jintan Hitam (Nigella sativa L.) terhadap Extracellular Signal-Regulator 1 dan 2 (ERK1 dan ERK2) sebagai Antikanker Hati. Sarjana thesis, Universitas Garut.
Cover Abstrak.pdf - Submitted Version
Download (624kB)
Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Download (345kB)
BAB I Tinjauan Pustaka.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (571kB)
BAB II Metodologi Penelitian.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (334kB)
BAB III Alat dan Bahan.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (232kB)
BAB IV Penelitian.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (355kB)
BAB V Hasil Penelitian dan Pembahasan.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (357kB)
BAB VI Kesimpulan dan Saran.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (332kB)
Bagian Akhir.pdf - Submitted Version
Download (1MB)
Abstract
Kanker hati diketahui menyebabkan kematian pada 14,3% kasus kematian karena kanker di dunia. ERK (exstracellular signal-regulator) diketahui dapat memengaruhi pertumbuhan sel kanker hati dengan memicu proliferasi antiapoptosis pada siklus sel. Saat ini sinobufagin tengah dikembangkan sebagai kandidat obat antikanker hati dengan menjadikan miR-494 sebagai target terapinya. Pengobatan kanker hati dengan obat-obatan tidak bersifat selektif sehingga menimbulkan efek samping pada sel normal. Dilaporkan ekstrak etanol biji jintan hitam bersifat sitotoksik terhadap sel kanker dengan harga LC50 sebesar 177,01 μg/mL. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi serta energi ikatan senyawa utama biji jintan hitam dengan reseptor kanker hati (ERK1 dan ERK2) serta melihat profil ADME dan toksisitasnya. Dari ke-8 senyawa utama biji jintan hitam (Nigella sativa L.) dapat diambil satu kandidat terbaik yaitu nigellidine dengan energi ikatan (∆G) dan konstanta inhibisi (ki) yang lebih rendah dari obat pembanding sinobufagin (-7,49 dan 3260 dari -7,14 dan 5850). Pada ERK1 tidak terdapat satupun senyawa utama yang memiliki energi ikatan dan konstanta inhibisi lebih rendah dari obat pembanding sinobufagin (-8,74 dan 394,30). Nigellidin memiliki sifat absorpsi dan distribusi yang baik serta tidak bersifat mutagenik juga karsinogenik sehingga diduga dapat dijadikan alternatif pada pengobatan antikanker hati dengan target reseptor ERK2 yang lebih baik dari sinobufagin.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | biji jintan hitam, antikanker hati, karsinoma hepatoselular, ERK1, ERK2, sinobufagin, dan studi in silico |
| Subjects: | Kimia Farmasi Analisis > Antikanker Kimia Farmasi Analisis > In Silico |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA > S1 Farmasi |
| Depositing User: | S.S.I. Suci Nur Ramadhianti |
| Date Deposited: | 08 Sep 2025 08:51 |
| Last Modified: | 08 Sep 2025 08:51 |
| URI: | https://eprints.fmipauniga.ac.id/id/eprint/512 |
