Nuranggraeni, Dina Sri (2020) Profil Penggunaan Antibiotik Berdasarkan Metode ATC/DDD dan DU90% pada Pasien Rawat Jalan dan Rawat Inap Periode 2019 di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Slamet Garut. Sarjana thesis, Universitas Garut.
Cover Abstrak.pdf - Submitted Version
Download (830kB)
BAB I Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Download (236kB)
BAB II Tinjauan Pustaka.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (495kB)
BAB III Metode Penelitian.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (229kB)
BAB IV Desain Penelitian.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (241kB)
BAB V Hasil dan Pembahasan.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (401kB)
BAB VI Simpulan dan Saran.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (417kB)
Bagian Akhir.pdf - Submitted Version
Download (685kB)
Abstract
Penggunaan antibiotik mengalami peningkatan selama beberapa dekade terakhir ini, tingginya penggunaan antibiotik akan meningkatkan penggunaan yang tidak rasional sehingga dapat memicu terjadinya resistensi antibiotik. Adanya resistensi antibiotik berdampak pada tingkat mortalitas, morbiditas dan biaya kesehatan. Diperlukan strategi dalam upaya meminimalisir penggunaan antibiotik yang tidak rasional dengan melihat profil penggunaan obat berdasarkan metode Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose (ATC/DDD) yang merupakan salah satu metode rekomendasi WHO dalam penelitian untuk menilai kualitas penggunaan obat yang dapat diintegrasikan dengan metode Drug Utilization (DU90%) untuk mengidentifikasi segmen penggunaan terbanyak dalam suatu populasi obat. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pengambilan data secara retrospektif pada pasien rawat jalan dan rawat inap periode 2019 dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan nilai total DDD sebesar 130,45 DDD/1000KPRJ pada pasien rawat jalan dengan nilai DDD tertinggi adalah sefiksim yaitu 47,38 DDD/1000KPRJ dan yang masuk segmen DU90% sebanyak tujuh golongan yaitu sefiksim, azitromisin, sefadroksil, klindamisin, amoksisilin, streptomisin, levofloksasin. Adapun pada pasien rawat inap nilai DDD sebesar 495,322 DDD/100 hari rawat dengan nilai DDD tertinggi yaitu sefotaksim sebesar 111,1 DDD/100 hari rawat dan sebanyak tujuh golongan masuk segmen DU90% yaitu sefotaksim, seftriakson, sefadroksil, sefiksim, metronidazole, azitromisin,levofloksasin. Perlu dilakukan studi kualitatif terkait rasionalitas khususnya antibiotik yang masuk segemen 90% penggunaan harus dipantau penggunaannya sebagai upaya pengendalian resistensi antibiotik.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | ATC/DDD, DU90%, antibiotik |
| Subjects: | Farmakologi > Antibiotik Farmakologi > Rumah Sakit |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA > S1 Farmasi |
| Depositing User: | S.S.I. Suci Nur Ramadhianti |
| Date Deposited: | 10 Feb 2026 06:49 |
| Last Modified: | 10 Feb 2026 06:49 |
| URI: | https://eprints.fmipauniga.ac.id/id/eprint/1034 |
