Astriani, Pebi (2020) Studi Molecular Docking Senyawa Turunan Flavonoid pada Tanaman Kumis Kucing (Orthosiphon stamineus Benth.) Sebagai Antiinflamasi. Sarjana thesis, Universitas Garut.
Cover Abstrak.pdf - Submitted Version
Download (706kB)
BAB I Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Download (236kB)
BAB II Tinjauan Pustaka.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (696kB)
BAB III Metode Penelitian.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (310kB)
BAB IV Penelitian.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (522kB)
BAB V Hasil Penelitian dan Pembahasan.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
BAB VI Simpulan dan Saran.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (413kB)
Bagian Akhir.pdf - Submitted Version
Download (6MB)
Abstract
Kumis kucing merupakan anggota dari famili Labiaceae. Obat antiinflamasi terbagi menjadi beberapa golongan yaitu obat antiinflamasi golongan steroid dan non steroid. Inflamasi merupakan suatu respon pertahanan tubuh yang bertujuan untuk menghilangkan penyebab awal luka pada sel serta membuang sel dan jaringan nekrotik yang diakibatkan oleh serangan zat asing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memprediksi senyawa turunan flavonoid yang memiliki aktivitas antiinflamasi dari tanaman kumis kucing dengan reseptor Prostaglandin G/H synthase 2 ID 3LN1, Prostaglandin G/H synthase 2 ID 5IKQ dan Prostaglandin H2 synthase 1 ID 1EQH menggunakan metode Molecular Docking dengan aplikasi AutoDock Tools®. Analisis druglikeness berdasarkan aturan Lipinski’s Rule of Five menunjukan bahwa senyawa uji yang digunakan memenuhi kriteria dari druglikeness. Hasil analisis farmakokinetika pada situs PreADMET yang dilakukan pada semua senyawa uji menunjukkan semua senyawa memiliki absorbsi dan distribusi yang baik. Uji toksisitas yang dilakukan dengan menggunakan aplikasi Toxtree menunjukkan bahwa senyawa turunan flavonoid tanaman kumis kucing tidak bersifat mutagen dan tidak bersifat karsinogenik serta senyawa tersebut juga tidak beresiko menjadi toksik karena paparan obat yang digunakan secara terus menerus. Dari hasil penelitian didapat bahwa senyawa uji yang memiliki afinitas terbaik adalah Ladanein dan Sinensetin.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | antiinflamasi, flavonoid, kumis kucing, molecular docking |
| Subjects: | Kimia Farmasi Analisis > Antiinflamasi Kimia Farmasi Analisis > Molecular Docking |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA > S1 Farmasi |
| Depositing User: | S.S.I. Suci Nur Ramadhianti |
| Date Deposited: | 05 Mar 2026 06:47 |
| Last Modified: | 05 Mar 2026 06:47 |
| URI: | https://eprints.fmipauniga.ac.id/id/eprint/1126 |
