Sofian, Sanjaya Surya (2021) Aktivitas Analgesik Ekstrak Etanol Daun Kembang Merak Merah (Caesalpinia pulcherrima L. Swartz) pada Mencit Jantan Galur Swiss-Webster dengan menggunakan Metode Geliat (Siegmund) dan Metode Plat Panas (Hot Plate). Sarjana thesis, Universitas Garut.
Cover Abstrak.pdf - Submitted Version
Download (646kB)
BAB I.pdf - Submitted Version
Download (240kB)
BAB II.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (641kB)
BAB III.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (337kB)
BAB IV.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (531kB)
BAB V.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (876kB)
BAB VI.pdf - Submitted Version
Download (231kB)
Bagian Akhir.pdf - Submitted Version
Download (2MB)
Abstract
Studi literatur menunjukkan kulit batang kembang merak merah (Caesalpinia pulcherrima L.Swartz) memiliki aktivitas analgesik sehingga diduga pada daun kembang merak merah juga memiliki aktivitas farmakologi yang sama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek analgesik dari ekstrak etanol daun kembang merak merah (Caesalpinia pulcherrima L.Swartz) dengan menggunakan metode geliat (Siegmund) dan plat panas (Hot Plate) pada mencit jantan galur Swiss-Webster. Pengujian terbagi menjadi lima kelompok terdiri kelompok I : Kontrol positif menggunakan tragakan 1%, kelompok II : Pembanding, kelompok III : ekstrak etanol daun kembang merak merah 50 mg/Kg BB, kelompok IV : ekstrak etanol daun kembang merak merah 100 mg/Kg BB dan kelompok V : ekstrak etanol daun kembang merak merah 200 mg/Kg BB. Pada metode Siegmund menggunakan pembanding asetosal 500 mg/70 kg BB dengan dosis 10 mL/kg BB dan geliat mencit diamati selama 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kembang merak merah pada ketiga dosis dengan metode Siegmund memiliki aktivitas analgesik terutama pada dosis 50 mg/Kg BB dengan persen proteksi sebesar 41,9% dan persen efektivitas analgesik sebesar 87,8 %. Pada metode Hot Plate menggunakan pembanding tramadol HCl 50 mg/70kg BB penurunan respon hewan selama 90 menit diamati dengan gerakan menjilat kaki dan melompat dan menghasilkan waktu laten yang paling tinggi pada dosis 200 mg/kg BB dengan persentase peningkatan waktu laten sebesar 15,4 % dan rata-rata waktu laten mencit setelah pemberian sediaan uji dengan nilai 20,8%. Dari pengamatan ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun kembang merak merah (Caesalpinia pulcherrima L.Swartz) memiliki aktivitas sebagai analgesik lemah yaitu pada dosis 50 mg/kgBB dan memiliki aktivitas analgesik kuat pada dosis 200 mg/kgBB.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Farmakologi > Analgesik Farmakologi > Metode Geliat |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA > S1 Farmasi |
| Depositing User: | S.S.I. Luthfi Gunarti Zakiah |
| Date Deposited: | 02 Apr 2026 03:43 |
| Last Modified: | 02 Apr 2026 03:43 |
| URI: | https://eprints.fmipauniga.ac.id/id/eprint/1192 |
