Ramadhan, Desti Khoirunnisa (2021) Review Artikel: Formulasi Sediaan Deodoran dari berbagai Ekstrak Tanaman sebagai Antibakteri. Sarjana thesis, Universitas Garut.
Cover Abstrak.pdf - Submitted Version
Download (713kB)
BAB I.pdf - Submitted Version
Download (356kB)
BAB II.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (288kB)
BAB III.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (403kB)
BAB IV.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (235kB)
BAB V.pdf - Submitted Version
Download (234kB)
Bagian Akhir.pdf - Submitted Version
Download (668kB)
Abstract
Dampak dari keringat yang terkontaminasi oleh bakteri pada kulit ketiak (aksila) dapat diatasi dengan penggunaan sediaan deodoran. Deodoran adalah sediaan kosmetik medik yang dirancang untuk mengurangi pertumbuhan bakteri penyebab bau badan, serta untuk menekan bau tidak sedap pada kulit ketiak (aksila). Terdapat beberapa tanaman yang diyakini memiliki kandungan metabolit sekunder yang berperan sebagai antibakteri diantaranya yaitu, daun sirih (Pipper betle. L), daun kemangi (Ocimim sanctum L.), daun waru (Hibiscus tiliaceus L.) dan daun kersen (Muntingia calabura L.). Review artikel kali ini bertujuan sebagai studi pustaka terkait ekstrak berbagai tanaman dalam pembuatan sediaan deodoran yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Metode yang digunakan pada pembuatan review artikel ini yaitu studi pustaka dari jurnal ilmiah yang tersedia di berbagai penelusuran online seperti google scholar, science direct, jurnal internasional ber ISSN , jurnal nasional terakreditasi dan jurnal nasional ber ISSN yang sudah diterbitkan secara online dari berbagai website. Berdasarkan hasil evaluasi bahwa sediaan deodoran ekstrak daun sirih (Pipper betle. L) memiliki nilai daya hambat terhadap bakteri sebesar 10 mm dengan kategori respon lemah, daun kemangi (Ocimim sanctum L.) memiliki nilai daya hambat sebesar 18,52 mm serta daun waru (Hibiscus tiliaceus L.) memiliki daya hambat sebesar 18,01 mm, keduanya termasuk dalam kategori respon sedang. Sedangkan daun kersen (Muntingia calabura L.) memiliki nilai daya hambat sebesar 31,41 mm dengan kategori respon kuat. Sehingga keempat tanaman tersebut dapat digunakan sebagai perawatan kulit yang berfungsi sebagai antibakteri. Untuk pengujian lainnya menghasilkan sediaan yang baik dan aman untuk kulit, kecuali sediaan deodoran ekstrak kemangi (Ocimim sanctum L.) karena tidak dilakukan uji iritasi.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Farmakologi > Antibakteri |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA > S1 Farmasi |
| Depositing User: | S.S.I. Luthfi Gunarti Zakiah |
| Date Deposited: | 07 Apr 2026 04:23 |
| Last Modified: | 07 Apr 2026 04:23 |
| URI: | https://eprints.fmipauniga.ac.id/id/eprint/1244 |
