Firdaus, Mochamad Ridho (2022) Formulasi dan Uji Aktivitas Sediaan Mouthwash dari Ekstrak Tanaman Daun Cacao (Theobroma Cacao L.) sebagai Antibakteri (Streptococcus Mutans). Sarjana thesis, Universitas Garut.
Cover Abstrak.pdf - Submitted Version
Download (565kB)
BAB I Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Download (313kB)
BAB II Tinjauan Pustaka.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (567kB)
BAB III Metode Penelitian.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (308kB)
BAB IV Penelitian.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (482kB)
BAB V Hasil Penelitian dan Pembahasan.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (349kB)
BAB VI Simpulan dan Saran.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (207kB)
Bagian Akhir.pdf - Submitted Version
Download (1MB)
Abstract
Karies gigi disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Salah satu tanaman yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri tersebut yaitu daun cacao (Theobroma Cacao L.). Untuk meminimalisir terjadinya keparahan karies gigi tanaman tersebut diformulasikan menjadi sediaan mouthwash. Mouthwash merupakan suatu larutan yang mengandung zat berkhasiat sebagai antibakteri yang dapat mengurangi jumlah mikroorganisme didalam mulut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun cacao (Theobroma Cacao L.) terhadap Streptococcus Mutans, dan untuk memformulasikan ekstrak daun cacao dalam sediaan Mouthwash yang aman untuk rongga mulut. Metode yang digunakan diantaranya ekstraksi daun cacao (Theobroma Cacao L.), optimasi pembuatan sediaan mouthwash dengan 3 formula dengan berbagai konsentrasi gliserin. selanjutnya dilakukan evaluasi sediaan meliputi organoleptik, pH, bobot jenis, dan uji aktivitas antibakteri. Pengujian ini dilakukan pada hari ke 1,7,14,21, dan 28. Formula sediaan mouthwash dari ekstrak daun cacao dengan konsentrasi ekstrak 2 % stabil secara fisik ditinjau dari organoleptik, pH ,bobot jenis sediaan. Sediaan mouthwash pada F1 memiliki zona hambat 12,6 mm, pada F2 memiliki zona hambat 13,6 mm dan pada F3 memiliki zona hambat sebesar 13,9 mm, dari ke-3 formulasi tersebut yang paling bagus adalah pada sediaan F3 karena memiliki zona bening paling besar.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Streptococcus mutans, mouthwash, ekstrak daun cacao, gliserin |
| Subjects: | Teknologi Farmasi > Mouthwash |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA > S1 Farmasi |
| Depositing User: | S.S.I. Suci Nur Ramadhianti |
| Date Deposited: | 18 Jun 2026 06:23 |
| Last Modified: | 18 Jun 2026 06:23 |
| URI: | https://eprints.fmipauniga.ac.id/id/eprint/1529 |
