Efendi, Muhammad Akbar (2022) Uji Toksisitas Akut Fraksi Etil Asetat Akar Pakis Tangkur (Polypodium feei., METT). Sarjana thesis, Universitas Garut.
Cover Abstrak.pdf - Submitted Version
Download (583kB)
BAB I Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Download (212kB)
BAB II Tinjauan Pustaka.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (248kB)
BAB III Metode Penelitian.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (210kB)
BAB IV Rencana Penelitian.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (670kB)
BAB V Hasil dan Pembahasan.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (396kB)
BAB VI Simpulan dan Saran.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (207kB)
Bagian Akhir.pdf - Submitted Version
Download (474kB)
Abstract
Obat tradisional telah lama digunakan di Indonesia sebagai suatu alternatif untuk menjaga kesehatan atau pengobatan. Pakis tangkur (Polypodium feei METT) merupakan tumbuhan obat yang tumbuh secara liar di sekitar pegunungan tangkuban perahu Bandung, Jawa Barat, memiliki senyawa utama yaitu Proantosianidin, shellegueain A. Pada penelitian sebelumnya yaitu uji toksisitas akut dari ekstrak akar pakis tangkur menunjukkan ekstrak kedalam kriteria sediaan praktis tidak toksik pada dosis 5000 mg/kgBB, serta memiliki aktivitas analgesik, antiinflamasi dan antihipeurisemia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efek toksik fraksi etil asetat akar pakis tangkur dan menentukan nilai LD50. Metode yang digunakan yaitu fiked dose dengan hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 4 ekor mencit betina, dengan satu kelompok kontrol diberikan PGA 1% dan empat kelompok uji diberikan dosis tunggal bertingkat dari dosis terendah sampai tertinggi, sebesar 300 mg/kgBB, 1000 mg/kgBB, 2000 mg/kgBB, dan 5000 mg/kgBB sebagai batas uji. Parameter yang diamati yaitu perilaku hewan, bobot badan, indeks organ, kelainan organ dan kematian hewan uji pada pengamatan selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian fraksi etil asetat akar pakis tangkur tidak mempengaruhi aktivitas motorik dan perilaku hewan, bobot badan mencit stabil selama 14 hari. Indeks organ berbeda bermakna pada dosis 2000 mg/kgBB dan 5000 mg/kgBB. Kondisi makropatologi terdapat kelainan pada organ hati berupa perlemakan dan atropi pada dosis 5000 mg/kgbb, namun tidak menimbulkan kematian hewan uji. Dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat akar pakis tangkur memiliki nilai LD50 >5000 mg/kgBB dan termasuk kategori sediaan tidak toksik.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | uji toksisitas akut, fraksi etil asetat akar pakis tangkur, nilai LD50 |
| Subjects: | Farmakologi > Toksisitas Akut |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA > S1 Farmasi |
| Depositing User: | S.S.I. Suci Nur Ramadhianti |
| Date Deposited: | 18 Jun 2026 06:42 |
| Last Modified: | 18 Jun 2026 06:42 |
| URI: | https://eprints.fmipauniga.ac.id/id/eprint/1531 |
