Formulasi dan Evaluasi Sediaan Acne Patch P-Metoksisinamat dari Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) sebagai Antijerawat

Damayanti, Novita (2023) Formulasi dan Evaluasi Sediaan Acne Patch P-Metoksisinamat dari Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) sebagai Antijerawat. Sarjana thesis, Universitas Garut.

[thumbnail of Cover Abstrak.pdf] Text
Cover Abstrak.pdf - Submitted Version

Download (588kB)
[thumbnail of BAB I Pendahuluan.pdf] Text
BAB I Pendahuluan.pdf - Submitted Version

Download (237kB)
[thumbnail of BAB II Tinjauan Pustaka.pdf] Text
BAB II Tinjauan Pustaka.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (545kB)
[thumbnail of BAB III Metode Penelitian.pdf] Text
BAB III Metode Penelitian.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (304kB)
[thumbnail of BAB IV Penelitian.pdf] Text
BAB IV Penelitian.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (596kB)
[thumbnail of BAB V Hasil Penelitian dan Pembahasan.pdf] Text
BAB V Hasil Penelitian dan Pembahasan.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (674kB)
[thumbnail of BAB VI Simpulan dan Saran.pdf] Text
BAB VI Simpulan dan Saran.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (230kB)
[thumbnail of Bagian Akhir.pdf] Text
Bagian Akhir.pdf - Submitted Version

Download (1MB)

Abstract

Jerawat merupakan peradangan pada kelenjar sebaceous akibat peningkatan peroduksi sebum, keratinisasi, peradangan dan infeksi bakteri pada folikel rambut yang tersumbat oleh sel kulit mati dan minyak. Rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) merupakan tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri. Senyawa aktif yang terkandung dalam rimpang kencur dan mimiliki aktivitas antibakteri adalah senyawa etil p-metoksisinamat. Tujuan dari penelitiaan ini adalah untuk menguji potensi aktivitas antijerawat dari senyawa etil p-metoksisinamat (EPMS) dari rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Kemudiaan akan diformulasikan kedalam bentuk sediaan acne patch. Basis acne patch di optimasi pada variasi konsentrasi polimer HPMC 4%, 8%, 12% dan PEG 400 12%, 8%, 4% dibuat dengan metode solvent casting. Formulasi acne patch dibuat dalam tiga konsentrasi EPMS yaitu F1 2,4%, F2 3,8% dan F3 7,2%. Sediaan acne patch di evaluasi meliputi uji organoleptis, pH, keseragaman bobot, ketebalan, ketahanan lipatan, susut pengeringan, daya serap kelembaban dan aktivitas antibakteri. Uji aktivitas antibakteri dilakukan terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis menggunakan metode difusi cakram. Hasil uji efektivitas menunjukan bahwa sediaan yang mengandung isolat EPMS 4,8% menghasilkan sediaan acne patch dengan stabilitas mutu fisik yang paling baik. Sediaan acne patch memiliki aktivitas antibakteri trhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dengan diameter daya hambat 18,89 dengan katagori kuat.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: acne patch, Eti-P-Metoksisinamat, antibakteri, Staphylococcus epidermidis
Subjects: Teknologi Farmasi > Acne Patch
Teknologi Farmasi > Antijerawat
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA > S1 Farmasi
Depositing User: S.S.I. Suci Nur Ramadhianti
Date Deposited: 29 Jul 2026 03:23
Last Modified: 29 Jul 2026 03:23
URI: https://eprints.fmipauniga.ac.id/id/eprint/1589

Actions (login required)

View Item
View Item