Nurjanah, Novita Siti (2018) Pengembangan Metode Penetapan Kadar Teofilin, Salbutamol Sulfat dan Gliserilguaiakolat Dalam Sediaan Sirup Multikomponen Secara Simultan Menggunakan Spektrofotometri Ultraviolet Derivatif. Sarjana thesis, Universitas Garut.
Cover Abstrak.pdf - Submitted Version
Download (683kB)
Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Download (233kB)
BAB I Tinjauan Pustaka.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (690kB)
BAB II Metode Penelitian.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (231kB)
BAB III Alat dan Bahan.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (231kB)
BAB IV Penelitian.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (441kB)
BAB V Hasil Penelitian dan Pembahasan.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (672kB)
BAB VI Kesimpulan dan Saran.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (232kB)
Bagian Akhir.pdf - Submitted Version
Download (1MB)
Abstract
Teofilin, salbutamol sulfat dan gliserilguaiakolat merupakan zat aktif yang ditujukan untuk pengobatan asma. Kombinasi teofilin, salbutamol sulfat dan gliserilguaiakolat dalam sediaan obat harus dapat menghasilkan efek farmakologi yang diinginkan sehingga perlu adanya penjaminan mutu sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar teofilin, salbutamol sulfat dan gliserilguaiakolat dengan metode spektrofotometri ultraviolet derivatif. Penelitian dilakukan dalam sediaan sirup yang dianalisis menggunakan metode zero crossing. NaOH 0,1 N dipilih sebagai pelarut. Panjang gelombang zero crossing teofilin adalah 275 nm pada derivat pertama, salbutamol sulfat 262 nm pada derivat kedua dan gliserilguaiakolat 243 nm pada derivat kedua. Hasil menunjukkan bahwa %recovery teofilin dan gliserilguaiakolat antara 112,913%-118,353% dan 116,129%-117,655%, sedangkan simpang baku relatif antara 1,090%-1,903% untuk teofilin dan 1,013%-1,922% untuk gliserilguaiakolat. Batas deteksi teofilin dan gliserilguaiakolat adalah 1,626 ppm dan 6,375 ppm, sedangkan batas kuantifikasi adalah 4,927 ppm dan 19,319 ppm. Metode ini berhasil diterapkan untuk penentuan kadar teofilin dan gliserilguaiakolat dalam sediaan merk dagang dan hasilnya adalah 54,136 mg dan 88,913 mg pada sampel A dan B.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | teofilin, salbutamol sulfat, gliserilguaiakolat, spektrofotometri ultraviolet derivatif, zero-crossing |
| Subjects: | Kimia Farmasi Analisis > Gliserilguaiakolat Kimia Farmasi Analisis > Kadar Teofilin Kimia Farmasi Analisis > Salbutamol Sulfat Kimia Farmasi Analisis > Spektrofotometri Ultraviolet Derivatif |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA > S1 Farmasi |
| Depositing User: | S.S.I. Suci Nur Ramadhianti |
| Date Deposited: | 02 Oct 2025 08:50 |
| Last Modified: | 19 Nov 2025 08:12 |
| URI: | https://eprints.fmipauniga.ac.id/id/eprint/639 |
