Pengaruh Pembentukan Dispersi Padat Allopurinol dengan Variasi Perbandingan PEG 6000

Aprilianti, Asyifa (2019) Pengaruh Pembentukan Dispersi Padat Allopurinol dengan Variasi Perbandingan PEG 6000. Sarjana thesis, Universitas Garut.

[thumbnail of Cover Abstrak.pdf] Text
Cover Abstrak.pdf - Submitted Version

Download (354kB)
[thumbnail of Pendahuluan.pdf] Text
Pendahuluan.pdf - Submitted Version

Download (336kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (457kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (208kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (208kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (284kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (373kB)
[thumbnail of BAB VI.pdf] Text
BAB VI.pdf - Submitted Version

Download (31kB)
[thumbnail of Bagian Akhir.pdf] Text
Bagian Akhir.pdf - Submitted Version

Download (1MB)

Abstract

Kelarutan menjadi kunci penting bagi obat-obat yang diberikan dengan rute oral. Allopurinol dalam Biopharmaceutical Classification System termasuk kedalam kelas obat yang memiliki kelarutan yang rendah. Salah satu cara untuk meningkatkan disolusi adalah dengan dispersi padat allopurinol dengan PEG 6000 sebagai pembawa hidorofilik dalam variasi perbandingan allopurinol : PEG 6000 1:1, 1:2, 1:3, 1:4, 1:5, 1:6, 1:7, 1:8, 1:9. Pembuatan dispersi padat dilakukan dengan metode co-grinding. Hasil uji disolusi allopurinol dan dispersi padat dilakukan dengan metode dayung dalam medium disolusi asam klorida 0,1 N. Dispersi padat masing-masing perbandingan menunjukan hasil disolusi yang meningkat dibandingkan dengan allopurinol murni. Semakin tinggi variasi perbandingan maka semakin tinggi peningkatan laju disolusi allopurinol. Hasil disolusi dikonfirmasi dengan karakterisasi dispersi padat menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy), dan XDR (X-Ray Diffraction). Hasil morfologi dispersi padat dengan SEM menunjukan hilangnya bentuk khas kristal batang memanjang dari allopurinol. Hasil difraktogram sinar-X dispersi padat menunjukan terjadinya penurunan puncak dan intensitas allopurinol.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Dispersi Padat, Disolusi, Allopurinol, PEG 6000
Subjects: Teknologi Farmasi > Alopurinol
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA > S1 Farmasi
Depositing User: S.S.I. Luthfi Gunarti Zakiah
Date Deposited: 06 Jan 2026 06:33
Last Modified: 06 Jan 2026 06:33
URI: https://eprints.fmipauniga.ac.id/id/eprint/907

Actions (login required)

View Item
View Item