Review Artikel: Adverse Drug Reactions (ADR) Obat Hipoglikemik Oral

Wajdilfarah, Roro (2022) Review Artikel: Adverse Drug Reactions (ADR) Obat Hipoglikemik Oral. Sarjana thesis, Universitas Garut.

[thumbnail of COVER ABSTRAK.pdf] Text
COVER ABSTRAK.pdf - Submitted Version

Download (584kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf - Submitted Version

Download (353kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (409kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (463kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (235kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (235kB)
[thumbnail of BAGIAN AKHIR.pdf] Text
BAGIAN AKHIR.pdf - Submitted Version

Download (425kB)

Abstract

Diabetes melitus telah menjadi salah satu masalah kesehatan yang diperkirakan akan terus berlanjut hingga satu dekade yang akan datang karena jumlah penderitanya yang terus meningkat secara signifikan. Pasien dengan penyakit diabetes melitus tipe 2 memerlukan terapi obat hipoglikemik oral sebagai terapi lini pertama dan seringkali dikombinasikan dengan dua atau lebih jenis obat. Salah satu permasalahan yang muncul dalam terapi diabetes melitus tipe 2 adalah adanya resiko terjadinya adverse drug reactions (ADR ) dengan derajat keparahan ringan hingga berat. Artikel review ini bertujuan untuk mengkaji ADR dari obat hipoglikemik oral yang digunakan dalam terapi DM tipe 2. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap pustaka jurnal nasional maupun internasional terakreditasi. Hasil review menunjukan 13 jenis obat hipoglikemik oral meliputi; metformin, ipragliflozin, glimepirid, pioglitazon, acarbose, tofogliflozin, canagliflozin, sitagliptin, repaglinid, vildagliptin, saxagliptin, linagliptin, dan ertugliflozin menimbulkan ADR berupa diare, gangguan ginjal, gangguan saluran kemih hingga gejala serius seperti gangguan sistem syaraf, gagal jantung, infark serebral, dan diabetes ketoasidosis. Kemunculan ADR pada penggunaan OHO dipengaruhi oleh faktor resiko, diantaranya; dosis terapi yang diberikan, usia, dan jenis kelamin. Penanganan seperti penurunan dosis terapi, pemberian obat kombinasi atau penghentian pemberian obat dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan terkait untuk mengurangi dan menghilangkan gejala ADR yang muncul pada pasien selama proses pengobatan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: diabetes melitus, adverse drug reactions
Subjects: Farmakologi > Hipoglikemik
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA > S1 Farmasi
Depositing User: S.S.I. Nenden Sri Aprianti
Date Deposited: 04 Apr 2026 03:34
Last Modified: 04 Apr 2026 03:34
URI: https://eprints.fmipauniga.ac.id/id/eprint/1212

Actions (login required)

View Item
View Item