Farisya, Sisca Azhari Noor (2020) Review Artikel Aktivitas Antipiretik dari Tanaman Famili Fabaceae. Sarjana thesis, Universitas Garut.
Cover Abstrak.pdf - Submitted Version
Download (652kB)
BAB I Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Download (347kB)
BAB II Metodologi.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (345kB)
BAB III Tinjauan Pustaka.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (550kB)
BAB IV Prospek dan Rekomendasi.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (230kB)
BAB V Simpulan.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (230kB)
Bagian Akhir.pdf - Submitted Version
Download (433kB)
Abstract
Demam diartikan sebagai peningkatan pada sistem pengaturan suhu tubuh dibandingkan suhu tubuh normal, yang dapat diatasi dengan obat penurun panas atau antipiretik. Antipiretik sintetik yang digunakan dalam menangani demam dapat menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif dari bahan alam yang memiliki efek samping yang relatif kecil salah satunya dari famili Fabaceae. Tujuan review artikel ini untuk mencari informasi tanaman famili Fabaceae yang memiliki aktivitas antipiretik, khasiat empiris, kandungan kimia, dan uji toksisitas. Metode yang digunakan dalam review artikel ini berupa pencarian artikel pada jurnal nasional dan internasional secara online di Google Scholar, Elsevier, Science direct, NCBI, Research gate dan sebagainya. Hasil menunjukkan bahwa 4 spesies tanaman dari subfamili Papilionidae, 5 spesies tanaman dari subfamili Caesalpiniodae dan 6 spesies tanaman dari subfamili Mimosaceae memiliki aktivitas antipiretik melalui uji in vivo. Bagian tanaman yang diteliti adalah daun, akar, kulit batang kayu, cabang, ranting, buah, biji dan akar. Pelarut pengekstraksi yang digunakan adalah metanol, etanol, n-heksan, etil asetat, diklorometana dan air. Induktor demam yang digunakan adalah ragi, pepton dan vaksin. Dapat disimpulkan bahwa 15 spesies tanaman dari famili Fabaceae yang direview, semuanya memiliki aktivitas antipiretik, dimana satu spesies tanaman yaitu Tephrosia purpurea Linn menunjukkan efek yang sebanding dengan obat standar yaitu parasetamol. sebanyak 8 spesies tanaman menunjukan kesesuaian antara khasiat empiris dengan pengujian in vivo. Sejumlah 9 spesies tanaman telah diuji toksisitasnya dan semuanya menunjukkan keamanan kecuali Albizia zygia yang memberikan tanda-tanda sedasi dan buang air kecil pada dosis diatas 1g/kg (dapat dimanfaatkan sebagai hipnotik sedatif dan diuretik).
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | demam, antipiretik, Fabaceae |
| Subjects: | Farmakologi > Antipiretik |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA > S1 Farmasi |
| Depositing User: | S.S.I. Suci Nur Ramadhianti |
| Date Deposited: | 07 Apr 2026 03:37 |
| Last Modified: | 07 Apr 2026 03:37 |
| URI: | https://eprints.fmipauniga.ac.id/id/eprint/1233 |
