Andeani, Resa Fitria (2021) Review Artikel: Aktivitas Antidiabetes dari Tanaman Famili Cucurbitaceae. Sarjana thesis, Universitas Garut.
Cover Abstrak.pdf - Submitted Version
Download (795kB)
BAB I.pdf - Submitted Version
Download (352kB)
BAB II.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (424kB)
BAB III.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (747kB)
BAB IV.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (350kB)
BAB V.pdf - Submitted Version
Download (349kB)
Bagian Akhir.pdf - Submitted Version
Download (899kB)
Abstract
Cucurbitaceae merupakan salah satu famili tanaman yang secara empiris digunakan oleh masyarakat untuk mengobati penyakit diabetes mellitus. Studi literatur menunjukkan beberapa tanaman Famili Cucurbitaceae terbukti berkhasiat sebagai antidiabetes melalui pengujian secara in vivo maupun in vitro. Review artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait beberapa tanaman dari Famili Cucurbitaceae yang memiliki aktivitas antidiabetes dan menjadi dasar pengembangan obat dari bahan alam. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap artikel penelitian yang dimuat dalam jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi yang diterbitkan 10 tahun terakhir (2011-2021). Penelusuran dilakukan melalui mesin pencarian Google Scholar dan PubMed. Berdasarkan hasil studi literatur diperoleh bahwa 9 spesies tanaman dari Famili Cucurbitaceae diantaranya Momordica charantia L. dan M. dioica, Citrullus lanatus dan C. colocynthis, Cucumis sativus L. dan C. callosus, Coccinia grandis, Legenaria siceraria, dan Cucurbita maxima memiliki aktivitas antidiabetes, baik secara in vivo dengan menurunkan kadar gula darah pada hewan uji dan secara in vitro dengan menghambat aktivitas enzim α-glukosidase dan α-amilase. Spesies yang paling berpotensi dikembangkan sebagai antidiabetes adalah Pare (Momordica charantia L.) dimana ekstrak etanol buah Pare dengan dosis efektif 75 mg/kgBB menunjukkan penurunan kadar glukosa darah 51,54% lebih besar dari pembanding metformin sebesar 45,1%, sementara isolat momordisin dan ekstrak metanol dari daun Pare menunjukkan aktivitas inhibisi terhadap enzim α-glukosidase pada konsentrasi 100 µg/mL berturut-turut sebesar 15,79% dan 27,34% dibandingkan pembanding akarbosa pada konsentrasi 50 µg/mL sebesar 47,54%. Adanya kandungan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, steroid, saponin, terpenoid, tanin, dan fenol pada beberapa tanaman tersebut diduga berperan memberikan efek antidiabetes.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Farmakologi > Antidiabetes |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA > S1 Farmasi |
| Depositing User: | S.S.I. Luthfi Gunarti Zakiah |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 07:34 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 07:34 |
| URI: | https://eprints.fmipauniga.ac.id/id/eprint/1320 |
