Suryani, Agestin (2022) Studi Etnofarmasi Penggunaan Tumbuhan Obat untuk Mengobati Asma oleh Masyarakat Kampung Adat Dukuh Kabupaten Garut. Sarjana thesis, Universitas Garut.
Cover Abstrak.pdf - Submitted Version
Download (471kB)
BAB I Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Download (210kB)
BAB II Tinjauan Pustaka.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (720kB)
BAB III Metode Penelitian.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (208kB)
BAB IV Penelitian.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (212kB)
BAB V Hasil Penelitian dan Pembahasan.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (663kB)
BAB VI Simpulan dan Saran.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (209kB)
Bagian Akhir.pdf - Submitted Version
Download (1MB)
Abstract
Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi sumber daya alam. Ciri budaya di Indonesia yaitu masih menggunakan tumbuhan sebagai pengobatan salah satunya di Kampung Adat Dukuh Desa Ciroyom Kecamatan Cikelet Kabupaten Garut. Asma merupakan penyakit yang berhubungan dengan kesulitan bernafas dan masyarakat secara empiris mengggunakan tanaman untuk mengobatinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tumbuhan yang berpotensi untuk mengobati asma. Metode yang digunakan pada penelitian yaitu snowball sampling dengan menunjuk beberapa informan dari informan sebelumnya sehingga terkumpul data yang dibutuhkan. Hasil penelitian ini didapat 4 tanaman yang biasa digunakan untuk mengobati asma yaitu daun Karuk (Piper sarmentosum Roxb.) memiliki kandungan zat aktif berupa flavonoid, alkaloid, saponin, serta elimicin dan myristicin yang memiliki aktivitas antibakteri. Rimpang Bangle (Zingiber purpureum Roscoe) memiliki kandungan flavonoid, alkaloid, saponin, tanin dan terpenoid, bersifat antibakteri dan juga memiliki aktivitas antioksidan sehingga dapat digunakan untuk mengobati asma. Umbi Bawang Putih (Allium sativum Linn.) memiliki kandungan aktif berupa flavonoid serta metabolit sekunder berupa alicin sulfur yang berfungsi sebagai antibakteri. Umbut Pinang (Areca catechu L.) memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, dan tanin yang berfungsi sebagai antibakteri. Cara penggunaan tanaman untuk mengobati asma yaitu dengan menumbuk secara langsung daun Karuk, rimpang Bangle, dan umbut Bawang Putih, kemudian dioleskan pada bagian dada saat malam hari sebelum tidur. Untuk umbut Pinang cara penggunaanya yaitu dengan memakannya langsung, tetapi digunakan khusus untuk laki-laki karena memiliki kandungan arekolin yaitu berupa senyawa turunan alkaloid yang dipercaya dapat menyebabkan kanker serviks.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | etnofarmasi, asma, Kampung Adat Dukuh |
| Subjects: | Kimia Bahan Alam > Etnofarmasi |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA > S1 Farmasi |
| Depositing User: | S.S.I. Suci Nur Ramadhianti |
| Date Deposited: | 09 Jun 2026 07:03 |
| Last Modified: | 09 Jun 2026 07:03 |
| URI: | https://eprints.fmipauniga.ac.id/id/eprint/1465 |
