Firmansyah, Ramdhan (2021) Review: Aktivitas Antioksidan Beberapa Teh Herbal di Indonesia dengan Metode DPPH(2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Sarjana thesis, Universitas Garut.
COVER ABSTRAK.pdf - Submitted Version
Download (399kB)
BAB I.pdf - Submitted Version
Download (61kB)
BAB II.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (235kB)
BAB III.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (325kB)
BAB IV.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (53kB)
BAB V.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (167kB)
BAGIAN AKHIR.pdf - Submitted Version
Download (293kB)
Abstract
Radikal bebas adalah suatu atom atau molekul yang tidak stabil dan sangat reaktif karena memiliki satu atau lebih elektron tak berpasangan. Untuk menstabilkan radikal bebas, radikal bebas akan menyerang molekul atau elektron di sekitarnya, jika reaksi berlangsung terus-menerus dalam tubuh dan jika tidak dihentikan akan menimbulkan berbagai penyakit seperti kanker, jantung, dan penyakit lainnya. Sebab itu tubuh memerlukan antioksidan yang mampu menangkap radikal bebas tersebut sehingga dapat memutus rantai radikal bebas dan dapat mencegah suatu penyakit. Teh merupakan salah satu jenis minuman populer, sekarang banyak bermacam-macam teh, salah santunya teh herbal. Teh herbal adalah salah satu produk minuman fungsional dari tanaman herbal yang dapat membantu mengobati suatu penyakit, karena teh memiliki aktivitas antioksidan. Review artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang aktivitas antioksidan dari beberapa teh herbal di Indonesia, yaitu daun alpukat, daun sirsak dan daun ketepeng cina dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Metode yang digunakan review artikel ini adalah menggunakan studi pustaka. Data diperoleh pada database Google Scholar dan Science Direct. Berdasarkan hasil penelitian dari berbagai artikel penelitian yang telah diulas, dapat disimpulkan bahwa yang memiliki aktivitas antioksidan yang kuat adalah teh daun alpukat dengan nilai 〖IC〗_50 26,632 µg/mL. Sedangkan teh yang memiliki antioksidan paling rendah yaitu teh daun sirsak yang dengan nilai 〖IC〗_50 76,06 µg/mL.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Teh herbal, Antioksidan, DPPH, Alpukat, Sirsak, Ketepeng Cina |
| Subjects: | Kimia Bahan Alam > Antioksidan Kimia Bahan Alam > Metode DPPH |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA > S1 Farmasi |
| Depositing User: | S.S.I. Nenden Sri Aprianti |
| Date Deposited: | 11 Jun 2026 06:28 |
| Last Modified: | 11 Jun 2026 06:28 |
| URI: | https://eprints.fmipauniga.ac.id/id/eprint/1502 |
