Kusnadi, Dedi (2019) Analisis Profil Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak Etanol Batang Kayu Wampee (Clausena lansium (Lour.)) Menggunakan Metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Sarjana thesis, Universitas Garut.
Cover Abstrak.pdf - Submitted Version
Download (658kB)
Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Download (237kB)
Bab I Tinjauan Pustaka.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (602kB)
Bab II Metode Penelitian.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (254kB)
Bab III Alat dan Bahan.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (231kB)
Bab IV Penelitian.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (470kB)
Bab V Hasil Penelitian dan Pembahasan.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (824kB)
Bab VI Simpulan dan Saran.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (230kB)
Bagian Akhir.pdf - Submitted Version
Download (712kB)
Abstract
Wampee (Clausena lansium (Lour.)) dengan sinonim Clausena wampi (Blanco.) merupakan spesies dari famili Rutaceae. Berdasarkan studi literatur, tanaman wampee (Clausena lansium (Lour.)) memiliki aktivitas pelindung otak, hepatoprotektif, hipoglikemik, antikonvulsan, kardiovaskular, dan antitumor. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dalam ekstrak etanol batang kayu wampee (Clausena lansium (Lour.)) dan aktivitas antioksidan pada ekstrak etanol batang kayu wampee (Clausena lansium (Lour.)). Ekstraksi batang kayu wampee (Clausena lansium (Lour.)) dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% selama 3x24 jam dan diperoleh ekstrak sebanyak 1,15 gram dengan nilai persentase rendemen sebesar 0,23%. Ekstrak etanol batang kayu wampee (Clausena lansium (Lour.)) dilakukan analisis profil fitokimia menggunakan spektroskopi inframerah dan kromatografi lapis tipis (KLT) serta uji aktivitas antioksidan. Hasil analisis spektroskopi inframerah diperoleh beberapa gugus fungsi yaitu gugus hidroksil (-OH), gugus (C-H alifatik), gugus karbonil (C=O), cincin aromatik (C=C aromatik), gugus amina (C-N bending), dan (C-O eter). Kemudian hasil analisis KLT dengan eluen etilasetat:n-heksan (1:1) serta menggunakan penampak bercak H2SO4 dan Dragendroff menunjukkan adanya 6 spot noda dengan nilai Rf 0,1; 0,34; 0,6; 0,7; 0,98; dan 1. Hasil pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) yang diukur pada panjang gelombang 516 nm menggunakan pembanding vitamin C diperoleh nilai IC50 vitamin C sebesar 6,22 ppm dan ekstrak etanol batang kayu wampee (Clausena lansium (Lour.)) sebesar 131,49 ppm, hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol batang kayu wampee (Clausena lansium (Lour.)) memiliki aktivitas antioksidan dengan kekuatan sedang.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | wampee (Clausena lansium (Lour.)), antioksidan, KLT, FTIR, DPPH |
| Subjects: | Kimia Bahan Alam > Antioksidan Kimia Bahan Alam > Fitokimia Kimia Bahan Alam > Metode DPPH |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA > S1 Farmasi |
| Depositing User: | S.S.I. Suci Nur Ramadhianti |
| Date Deposited: | 09 Jan 2026 06:13 |
| Last Modified: | 09 Jan 2026 06:13 |
| URI: | https://eprints.fmipauniga.ac.id/id/eprint/916 |
