Sina, Sonia Ibnu (2019) Aktivitas Afrodisiak Infusa Daun Sendok (Platago major L.) pada Mencit Putih Jantan Galur Swiss Webster. Sarjana thesis, Universitas Garut.
Cover Abstrakk.pdf - Submitted Version
Download (806kB)
Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Download (235kB)
BAB I.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (409kB)
BAB II.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (233kB)
BAB III.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (232kB)
BAB IV.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (486kB)
BAB V.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only
Download (671kB)
BAB VI.pdf - Submitted Version
Download (231kB)
Bagian Akhir.pdf - Submitted Version
Download (1MB)
Abstract
Disfungsi seksual merupakan gangguan seksual yang dikeluhkan oleh laki-laki umumnya berupa impotensi ereksi (ketidak mampuan penis untuk aktivitas seksual yang memuaskan) dan ejakulasi prematur (ejakulasi dini), sedangkan pada wanita kegagalan mencapai orgasme dan vaginismus (spasme otot dasar panggul secara involunter menyebabkan kesulitan penetrasi). Afrodisiak merupakan segala sesuatu yang dapat membangkitkan dan menstimulasi nafsu seksual serta meningkatkan level hormon testosteron yang berperan dalam keinginan berhubungan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas afrodisiak dari infusa daun sendok (Plantago major L.) pada mencit jantan. Metode yang digunakan yaitu metode Mating Behaviour (aktivitas seksual mencit jantan terhadap mencit betina) yang meliputi MF (Mounting Frequency), IF (Intromission Frequency), ML (Mounting Latency), dan EL (Ejaculatory Latency). Pembanding yang digunakan yaitu sildenafil sitrat. Penentuan uji aktivitas afrodisiak dilakukan pada malam hari karena mencit aktif pada malam hari. Mencit dibagi menjadi 5 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 3 mencit jantan (kelompok kontrol menggunakan aquades; kelompok pembanding dengan sildenafil 0,52 mg/kgBB, kelompok uji dosis 1 dengan sediaan infusa daun sendok (SIDS) 2,37 g/kgBB; kelompok uji dosis 2 dengan SIDS 4,75 g/kgBB; dan kelompok uji dosis 3 dengan SIDS 9,5 g/kgBB). Infusa daun sendok (Plantago major L.) dosis 9,5 g/kgBB menunjukan aktivitas afrodisiak yang paling baik dengan Mounting Latency yang paling cepat, Mounting Frequency paling tinggi dan Ejaculatory Latency paling lama.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Daun sendok (Plantago major L.), afrodisiak, mating behavior |
| Subjects: | Farmakologi > Afrodisiak |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA > S1 Farmasi |
| Depositing User: | S.S.I. Luthfi Gunarti Zakiah |
| Date Deposited: | 28 Jan 2026 07:07 |
| Last Modified: | 28 Jan 2026 07:07 |
| URI: | https://eprints.fmipauniga.ac.id/id/eprint/1010 |
