Pengaruh Metode Ekstraksi terhadap Aktivitas Antioksidan Biji Kewer (Senna occidentalis (L.) Link) Roasting.

Avini, Fitni (2022) Pengaruh Metode Ekstraksi terhadap Aktivitas Antioksidan Biji Kewer (Senna occidentalis (L.) Link) Roasting. Sarjana thesis, Universitas Garut.

[thumbnail of Cover Abstrak.pdf] Text
Cover Abstrak.pdf - Submitted Version

Download (899kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf - Submitted Version

Download (337kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (383kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (230kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (494kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (359kB)
[thumbnail of BAB VI.pdf] Text
BAB VI.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (230kB)
[thumbnail of Bagian Akhir.pdf] Text
Bagian Akhir.pdf - Submitted Version

Download (1MB)

Abstract

Biji kewer biasa masyarakat konsumsi dengan dijadikan sebagai teh karena dipercaya dapat menjaga kesehatan tubuh. Beberapa penelitian yang telah dilakukan menemukan adanya kandungan senyawa antioksidan pada biji kewer dengan metode ekstraksi yang menggunakan pelarut air. Penelitian yang dilaksanakan bertujuan melihat pengaruh dari metode ekstraksi terhadap aktivitas antioksidan pada biji kewer (Senna occidentalis (L.) Link) roasting. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan terhadap biji kewer dengan metode ekstraksi seduhan, infusa, dan dekok dengan air sebagai pelarut. Identifikasi gugus fungsi menggunakan Spektrofotometer FTIR didapat gugus karbonil, aromatic, hidroksil dan amida, sedangkan Pengujian aktivitas antioksidan dengan Spektrofotometer UV-Vis dan variasi konsentrasi yang berbeda untuk setiap metode ekstraksi. Metode DPPH dijadikan metode dalam pengujian aktivitas antioksidan dan diperolehkan nilai IC50 sebesar sebesar 57.864 ppm untuk ekstrak seduhan dengan kategori kuat, 86.9936 ppm untuk ekstrak infusa dengan kategori kuat, dan 117.545 ppm untuk ekstrak dekok dengan kategori sedang. Dari ketiga metode ekstraksi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa senyawa antioksidan memiliki sifat termolabil yang ditunjukkan oleh penurunan aktivitas beriringan dengan kenaikan suhu dan waktu ekstraksi, tetapi tidak mengurangi dari kandungan senyawa yang terkandung.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: antioksidan, Senna occidentalis (L.) Link, biji kewer, ekstrak air, DPPH
Subjects: Kimia Bahan Alam > Antioksidan
Kimia Bahan Alam > Ekstraksi
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA > S1 Farmasi
Depositing User: S.S.I. Suci Nur Ramadhianti
Date Deposited: 25 May 2026 03:00
Last Modified: 25 May 2026 03:00
URI: https://eprints.fmipauniga.ac.id/id/eprint/1411

Actions (login required)

View Item
View Item